kanaka.store – Kopi Termahal Dunia Ada di California, Secangkir Rp 1 Juta


Elida Geisha merupakan kopi termahal dunia dengan harga 803 dolar per pon.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANCISCO — Kedai kopi di California menyeduhkan apa yang mereka sebut sebagai kopi termahal di dunia. Satu cangkirnya seharga 75 dolar AS atau Rp 1,084 juta dengan kurs Rp 14.475.

Kedai kopi yang bernama Klatch Coffee itu menyajikan biji Elida Natural Geisha 803 di cabang mereka di Southern California dan San Francisco. Nama 803 diambil dari rekor termahal biji kopi organik yang seharga 803 dolar AS per pon itu.

Kamis (15/5) pemilik Klatch Coffee Bo Thiara mengatakan biji kopi itu dilelang setelah memenangkan kompetisi Best of Panama Coffee. Thiara mengatakan kompetisi tahunan itu seperti penghargaan Oscar dalam dunia kopi.

Thiara mengatakan biji 803 hanya dijual 100 pon atau sekitar 45 kilogram dan sebagian besar dijual ke Jepang, Cina dan Taiwan. Klatch berhasil mengamankan 10 pon atau 4,5 kilogram dan satu-satunya kedai yang menjual kopi itu di Amerika Utara.

Thiara mengatakan kopi yang berkualitas tinggi dan terbatas itu menciptakan perang di pelelangan dan harganya meroket. Pada tahun lalu harga kopi termahal di jual 601 dolar AS per pon.

Klatch menggambarkan kopi itu sebagai varietas Arabika yang langka dari Panama. Memiliki bunga seperti teh dengan aroma melati dan beri. Thiara mengatakan sepuluh pon biji kopi 803 menghasilkan sekitar 80 cangkir kopi.

Beberapa pencinta kopi yang beruntung sempat mencicipi sampel kopi itu di Klatch Coffee cabang San Francisco. Kedai kopi tersebut mempromosikan 803 sebagai ‘Kopi Termahal Di Dunia’.

Salah satunya pencinta kopi dari San Francisco Lauren Svensson. Menurutnya 803 sangat berbeda dari kopi yang pernah ia cicipi sebelumnya.

“Otak saya sedikit meledak dengan fakta ada kopi seharga 75 dolar AS,” kata Svensson.

Temannya Charlie Sinhaseni juga memberikan penilaian baik tentang 803. Walaupun sebelumnya ia sempat sedikit pesimis.

“Ketika pertama kali saya melihatnya, saya pikir ini akan terlalu ambius, dan saya akan memikirkan semua catatan berbeda untuk kopi tapi saya terlalu sibuk menikmatinya,” kata Sinhaseni, dikutip dari AP, Kamis (16/5).



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *