kanaka.store ; Waspadai Dampak Kebiasaan Meniup Makanan Bayi


Meniup makanan bayi berpotensi merusak gigi bayi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Meniup makanan yang panas sebelum disantap mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang dewasa. Namun sebaiknya jangan coba-coba melakukan kebiasaan ini ketika sedang memberi makan bayi.

Meski tampak seperti tindakan yang sederhana dan biasa, meniup makanan bayi berpotensi memberi dampak negatif bagi kesehatan bayi. Aspek kesehatan yang mungkin terdampak adalah kesehatan gigi bayi. Meniup makanan bayi berisiko merusak gigi bayi, bahkan meski gigi bayi saat ini belum tumbuh.

Seperti dilansir Times of India, bakteri penyebab kerusakan gigi dapat berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Ketika seseorang dengan gigi berlubang meniup makanan bayi, ada kemungkinan bakteri dari mulut orang tersebut masuk ke dalam makanan bayi dan kemudian ke mulut bayi.

Salah satu contoh bakteri penyebab gigi berlubang adalah Streptococcus mutans. Streptococcus mutans dapat menyebabkan lubang pada gigi karena mereka mengeluarkan asam ketika memakan sisa-sisa makanan yang menempel di gigi.

Dalam kondisi alami, bayi belum terpapar oleh Streptococcus mutans ketika mereka lahir. Kontak dengan Streptococcus mutans dapat berujung pada pembentukan plak yang kemudian dapat berkembang menjadi gigi berlubang. Hal ini dapat terjadi bahkan sejak gigi bayi belum mulai tumbuh.

Bakteri Streptococcus mutans hanya perlu lima atau enam bulan untuk memulai proses pengrusakan gigi. Hal ini perlu menjadi perhatian lebih serius karena waktu yang paling rentan bagi gigi anak-anak terhadap bakteri ini ialah ketika gigi anak-anak baru mulai betumbuh.

Berdasarkan studi yang dilakukan di Australia, sebagian anak-anak balita mendapatkan bakteri Streptococcus mutans dari ibu mereka. Anak-anak balita ini biasanya mendapatkan bakteri Streptococcus mutans melalui air liru ibu ketika ibu meniup makanan mereka.

Selain meniup makanan bayi, makan dari satu sendok yang sama juga dapat menjadi perantara penularan bakteri Streptococcus mutans dari ibu ke bayi atau anak-anak mereka. Kebiasan lain yang dapat menjadi perantara penularan adalah mencium bayi di area mulut bayi.

Berdasarkan hal ini, orang tua maupun orang dewasa perlu lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan bayi. Jangan meniup makanan bayi, menggunakan sendok yang sama ataupun minum air putih dari wadah yang sama.

Selain itu, orang tua dan orang dewasa juga perlu membantu menjaga kesehatan mulut bayi. Salah satunya adalah mengelap mulut bayi secara berulang dengan kain basah yang bersih. Hal ini bermanfaat untuk mencegah bakteri bertumbuh.

Selain area bibir, ada beberapa area lain yang perlu dibersihkan secara rutin dengan kain basah yang bersih. Area-area tersebut adalah lidah, gigi dan pipi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *