kanaka.store ; Si Kecil Pergoki Ortu Bercinta, Ini yang Harus Dilakukan


Jangan panik saat anak pergoki Anda sedang bercinta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ibu dan ayah baru saja selesai membacakan dongeng dan si kecil pun tertidur. Anda berdua pun pindah ke kamar, saling memberi ciuman selamat malam, dan mendadak menginginkan hal lebih.

Saat bercinta, orang tua tak menyadari sepasang kaki kecil yang tadinya telah tertidur lelap tiba-tiba masuk dan melompat ke kasur ayah ibunya. Si kecil pun bertanya, “Ibu, mengapa ibu dan ayah tidak berpakaian?”

Ini adalah mimpi buruk setiap orang tua, terjebak oleh anak. Akan tetapi seks adalah fakta kehidupan. Terapis hubungan dan seksolog, Jocelyn Klug mengatakan daripada mematung dalam selimut atau berpura-pura tidak terjadi apa-apa, gunakan itu sebagai momen untuk mengembangkan pendidikan seksual yang sehat untuk anak.

“Kebanyakan orang tua panik. Seharusnya tidak,” kata Klug dilansir Kidspot, Kamis (2/5). Jadi, apa yang harus orang tua katakan kepada anak dalam kondisi seperti ini? Bagi anak yang masih sangat kecil, katakan pada mereka bahwa ayah dan ibunya baik-baik saja, sehingga tak perlu khawatir.

Anda misalnya bisa mengatakan, “Ayah dan ibu suka berpelukan tanpa pakaian. Kamu tahu kan? Saat kamu mandi ibu suka menggelitiki kamu dan rasanya enak? Ayah dan ibu terkadang juga seperti itu.”

Untuk anak yang lebih besar, mulai 8-10 tahun, Anda tak perlu panik. Beritahu mereka kalian baik-baik saja dan minta anak keluar sebentar.

“Pada saat itu terjadi, bukan waktunya berbicara tentang reproduksi seksual di tengah malam, melainkan keesokan harinya. Beri anak sedikit informasi karena usia mereka sedikit pantas menerimanya. Anda misalnya bisa membuka pembicaraan dengan mengatakan, “Maaf, semalam kamu menemukan ayah dan ibu sedang intim berdua. Apakah ada sesuatu yang ingin kamu diskusikan?”

Klug menyarankan orang tua lebih baik berdiskusi terbuka tentang seks dengan buah hati. Banyak anak zaman sekarang justru mendapatkan informasi salah tentang hubungan seksual yang sehat dari konten-konten pornografi.

Orang tua bisa saja masih menganggap anak mereka masih polos untuk mengenai seks. Tetapi kenyataannya, media dan konten-konten negatif sudah lebih dulu melakukannya. Anak-anak perlu mengetahui jika mereka ada pertanyaan seputar seksual, mereka bisa mendatangi Anda. Ini hendaknya menjadi percakapan berkelanjutan hingga anak tumbuh dewasa.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *