kanaka.store ; 4 Aturan Membesarkan Anak Laki-Laki yang Baik


Dorong anak laki-laki untuk terus memperbaiki diri jadi lebih baik lagi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Membesarkan anak laki-laki bukan perkara mudah, apalagi di era sekarang banyak sekali kekerasan dan pelecehan seksual dilakukan laki-laki. Penulis buku ‘Mastermind and Wingmen,’ Rosalind Wiseman mengatakan sudah waktunya orang tua membesarkan anak laki-laki yang baik.

Ini bukan pertama kalinya Wiseman melontarkan kalimat yang mengejutkan. Buku pertamanya, ‘Queen Bees and Wannabes’ memberi wawasan luas tentang kehidupan gadis remaja yang penuh lika-liku, bahkan buku tersebut diangkat sebagai naskah film blockbuster Mean Girls.

Berikut empat aturan membesarkan anak laki-laki yang baik ala Wiseman, dilansir dari Kidspot, Senin (29/4):

1. Dengarkan segala perkataannya dan tanyakan pendapatnya

Wiseman menyarankan orang tua untuk selalu penasaran dengan pendapat putra mereka pada sebuah akar permasalahan. Tidak ada cara lebih baik bagi orang tua untuk mendapat gambaran akurat tentang bagaimana anak laki-laki mereka memandang dunia selain sering bertanya.

2. Jangan biarkan anak membenarkan segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual

Semua anak laki-laki pasti pernah menyaksikan langsung aksi kekerasan, mendengar teman-temannya berlelucon seksis, atau melihat pria di jalan melecehkan perempuan. Sebagai orang tua Anda cukup mengatakan pada anak jangan menunggu sampai hal itu terjadi. Jelaskan padanya cara menangani hal-hal negatif seperti itu dan berdiri di pihak yang benar.

3. Orang tua adalah model terbaik anak

Anak laki-laki sudah pasti menjadikan orang tua, khususnya ayah sebagai model mereka. Contoh kasus, Anda sedang ada acara keluarga dan salah satu saudara, katakanlah paman, melontarkan kalimat berbau rasis atau SARA, kemudian anak Anda melihat itu.

Setelah acara selesai, ajak anak berdiskusi tentang hal-hal yang dikatakan pamannya. Tak perlu sungkan menyebut paman menunjukkan perilaku buruk. Anda juga harus mengakui jika ada komentar Anda yang buruk dan meminta maaf segera pada anak.

4. Dorong mereka terus memperbaiki diri

Katakan pada anak laki-laki Anda tidak pernah berhenti memperbaiki diri. Pria terhormat adalah pria yang berani bersuara saat melihat hal-hal buruk terjadi di sekitarnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *