kanaka.store – Kopi Dicari Mama, Cegat Penumpang MRT di Stasiun H Nawi


Kedai kopi Dicari Mama baru dibuka pada 7 April lalu di dekat Stasiun MRT H Nawi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sejak diresmikan pada 24 Maret 2019, Moda Raya Terpadu (MRT) semakin menarik perhatian banyak masyarakat umum. Demikian juga pelaku bisnis. Mereka melihat peluang usaha setelah peresmian MRT.

Kopi Dicari Mama salah satu kedai kopi yang sengaja didirikan setelah mendapatkan informasi adanya Stasiun MRT di Haji Nawi. Berlokasi tepat di pintu masuk stasiun, Kopi Dicari Mama sengaja menargetkan pengguna MRT di sekitar lokasi kedainya.

“Sasaran kita memang pengguna MRT, yang turun dari MRT atau yang akan naik MRT tapi tidak dikejar waktu,” kata pemilik kedai, Rully Armando, kepada Republika.co.id, Sabtu (20/4).

Rully menjelaskan, sengaja menamai kedainya “Dicari Mama” karna nama itu memiliki filosofi bagi para penumpang. Dia mengatakan, para penumpang yang telah melakukan perjalanan dapat mampir ke kedainya untuk melepas rindu dengan orang tuanya melalui kopi yang disediakan.

“Mereka (pengguna MRT) bisa menikmati kopi enak dengan harga miring setelah melakukan perjalanan atau sebelum berangkat,” jelasnya.

Rully menjelaskan, keberadaan MRT diharapkan mampu menarik minat wisatawan khususnya pecinta kopi untuk menjajal kopi di kedainya. Menurutnya, jalan sekitar MRT Haji Nawi yang dulunya mati, kini sedikit bangkit dan lebih ramai.

Dia menjelaskan, kedai yang baru berdiri beberapa pekan itu, mulai ramai dikunjungi para pelanggan. Dengan persiapan enam bulan setelah mengetahui adanya stasiun MRT, Rully bergegas mencari tempat untuk usahanya.

“Berdiri 7 April 2019 dengan persiapan tiga bulan mencari lokasi dan renovasi,” katanya.

Per harinya, omzet Rully baru menyentuh angka 300 ribu rupiah. Rully pun berharap ke depannya pengelola MRT dapat merangkul para pelaku usaha di sekitar stasiun MRT agar dapat lebih berkembang.

Sementara itu, Faid Ramadhan (24) salah seorang pengunjung mengaku memanfaatkan kafe disekitar stasiun MRT untuk bersantai. “Kalau lagi nunggu teman, ya nongkrong dulu di sekitar stasiun,” katanya.

Dia berharap nantinya akan semakin banyak wisata kuliner di sekitar MRT untuk memanjakan pengguna. Yang penting, menurutnya, pengelola MRT dapat menertibkan para pelaku bisnis dan juga penumpang sekitar stasiun MRT agar kebersihan dan kenyamanan areal stasiun tetap terjaga

“Yang penting sampah-sampah dan kesemrawutan tidak terjadi,” kata Farid.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *