kanaka.store – PM Inggris Picu Kehebohan Soal Selai Berjamur


Pakar pangan menyebut ada beberapa makanan berjamur yang masih layak santap.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Perdana Menteri Inggris, Theresa May, telah memicu debat nasional dalam urusan selai. Ia mengatakan, tidak akan membuang selai lama hanya karena telah tumbuh jamur.

Theresa May membuat pengakuan selama diskusi kabinet tentang limbah makanan. Ia menjelaskan bahwa dirinya dengan senang hati mengikis setiap potongan jamur, dan memakan apa yang ada di bawahnya.

Komentar tersebut telah menimbulkan pertanyaan seputar apa yang bisa. Dan, tidak aman dalam makanan yang berjamur.

Seorang juru bicara untuk The Food Standards Agency mengatakan, secara umum disarankan menghindari makanan yang jelas-jelas busuk atau berjamur. Terutama pada lansia, ibu hamil, atau mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

“Meskipun ada kemungkinan bahwa menghilangkan jamur dan sejumlah besar produk di sekitarnya dapat menghilangkan racun yang tidak terlihat yang ada, tidak ada jaminan bahwa hal itu akan menghilangkan semuanya,” kata juru bicara tersebut dilansir dari laman Independent, Kamis (14/2).

Tetapi menurut program BBC, Trust Me, I’m a Doctor, menerapkan taktik May pada selai sebenarnya aman. Dalam sebuah episode yang ditayangkan pada 2014, presenter Michael Mosley melakukan percobaan yang melibatkan barang-barang makanan berjamur, dan melihat apakah mereka masih boleh makan setelah itu dari perspektif kesehatan.

Produk yang diuji termasuk roti, keju keras, buah dan selai. Para ahli di acara itu menjelaskan bahwa selai dapat berjamur dengan mudah. Tetapi mereka menambahkan bahwa memangkas jamur, dan mengonsumsi apa yang ada di bawahnya benar-benar aman dilakukan, asalkan semua bagian yang berjamur benar-benar hilang.

Berbicara setelah tayangan acara, ahli jamur Dr Patrick Hickey setuju bahwa jamur yang Anda temukan pada selai biasanya baik-baik saja dan dapat dihilangkan. Produk yang harus dihindari apabila terdapat jamur yang tumbuh, termasuk keju lunak, kacang-kacangan, dan daging.

Departemen Pertanian Amerika Serikat mendefinisikan jamur makanan sebagai jamur mikroskopis yang hidup dari tumbuhan atau hewan. “Sebagian besar adalah organisme berfilamen (seperti benang) dan produksi spora adalah karakteristik jamur pada umumnya. Spora ini dapat diangkut melalui udara, air, atau serangga,” jelasnya di situs.

Spora inilah yang memberi warna pada selai, baik kuning, biru atau abu-abu. Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh Waste and Resources Action Programme, banyak orang membuang makanan karena jamur sebenarnya tidak perlu, karena sebagian besar makanan ini sebenarnya dapat dimakan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *