kanaka.store – Mengenal Taco yang Populer di AS


Taco datang ke AS pada awal 1900-an bersama dengan para migran Meksiko.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Taco merupakan kudapan jalanan yang berasal dari Meksiko. Makanan satu ini begitu terkenal di Amerika Serikat, dan menjadi jajanan yang digemari semua kalangan masyarakat.

Pada 2018, orang Amerika makan lebih dari 4,5 miliar taco. Padahal, sebelum tahun 1950-an, taco tidak benar-benar ada di AS.

Bagaimana makanan jalanan Meksiko ini menjadi sangat populer di Amerika Serikat? Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi pengetahuan baru buat Anda, dikutip dari How Stuff Works, Jumat (25/1).

Tacos di sekitar milenial

“Taco sudah ada sejak ada tortilla, bahkan jika mereka tidak familiar ada dengan nama itu,” ujar Gustavo Arellano dalam buku Taco USA: How Mexican Food Conquered America.

Penyebutan kata ‘taco’ pertama kali sebagai makanan berasal dari akhir abad ke-19. Sebelumnya, kata itu berarti segalanya, mulai dari isyarat kolam renang, palu, sampai mabuk.

Tortilla dibuat dari jagung yang telah digiling menjadi tepung, dibentuk menjadi adonan dan kemudian diratakan menjadi bundar tipis yang digoreng. Mereka adalah makanan pokok masakan Meksiko dan sudah ada sejak sekitar 1500 SM.

Kalau tortilla dilipat menjadi dua kemudian diberi semacam isian, itu menjadi taco, roti lapis versi Meksiko. Sebuah teori mengatakan, kata taco berasal dari kata Nahuatl asli ‘tlahco’, yang berarti “setengah” atau “di tengah”, yang merujuk pada cara taco terbentuk.

Sedangkan teori lain mengatakan, kata “taco” berasal dari jenis bahan peledak yang digunakan di tambang perak di Meksiko. Artinya, taco merujuk pada sesuatu yang panas, dan memang rasanya cukup pedas.

Taco Bell mempopulerkannya di AS

Taco datang ke AS pada awal 1900-an bersama dengan para migran Meksiko yang bekerja di tambang dan jalur kereta api. Namun, rantai makanan cepat saji Taco Bell menjadikan produk itu menyebar secara cepat. Roti taco keras yang digunakan orang Amerika untuk mewakili semua taco adalah jenis khusus yang disebut taco dorado.

“Kulit taco sangat penting untuk mengambil makanan Meksiko di luar komunitas Meksiko,” kata sejarawan makanan Jeffrey Pilcher dalam sebuah wawancara dengan majalah Smithsonian.

Pilcher menjelaskan, tortilla jagung tidak bisa disimpan lama. Sebab itu, sebelum digoreng, sebaiknya membungkusnya dengan plastik dan menyimpannya sampai ingin menggorengnya.

Pada 1950-an, Glen Bell, yang memiliki beberapa persendian hamburger di Los Angeles, memperhatikan popularitas makanan Meksiko di antara orang non-Meksiko. Dia kemudian membuka kedai taco yang disebut Taco-Tia, menggunakan bahan-bahan yang dikenal orang Amerika, seperti daging sapi, selada dan keju parut.

Taco Bell pertama dibuka pada 1962. Waralaba itu membuat Bell kaya dan menyebarkan kebiasaan memakan taco di seluruh AS. Pada 2017, Taco Bell memiliki hampir 7.000 lokasi di seluruh dunia.

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *