kanaka.store – Suka-duka Bisnis Katering di Kota Besar


Menu Ayam Bakar Kalasan berawal dari kesukaan Achmad makan makanan tersebut

REPUBLIKA.CO.ID, Bisnis kuliner memang seperti tidak ada redupnya. Kompetisinya memang ketat, banyak pemain yang jatuh bangun, sampai harus gulung tikar. Akan tetapi, kenyataan ini tidak menyurutkan para pengusaha untuk ikut ambil bagian dalam persaingan ini. Ibarat pepatah, “mati satu, tumbuh seribu”.

Hal ini terbukti dengan semakin banyak restoran, kafe, atau katering baru bermunculan. Apalagi dalam dua tahun terakhir bisnis kuliner makin dipermudah dengan adanya ojek daring. Pelanggan dapat memesan makanan lewat aplikasi. Sedangkan pihak restoran kini tak perlu repot-repot menyediakan jasa pengiriman khusus.

Semakin tingginya mobilitas masyarakat terutama di kota-kota besar juga membuat bisnis katering meroket. Para pelanggan mereka biasanya adalah kantor, sektor pemerintah, serta kaum urban yang ingin menyelenggarakan acara namun tidak mau repot mengurusi konsumsi yang sebenarnya vital namun menyita waktu dan tenaga.

Mengikuti perkembangan zaman, bisnis katering juga sekarang sudah menyediakan website resmi. Pelanggan pun bisa melihat-lihat menu di website resmi pemilik katering.

Salah satu katering yang sedang naik daun adalah Aroma Langit yang berpusat di Bandung, Jawa Barat. Katering milik Achmad Hussein itu sedikit berbeda dengan yang lainnya karena lebih fokus pada menu bercitarasa nusantara. Salah satu menu andalannya adalah Ayam Bakar Kalasan.

“Menu andalan disini, Ayam Bakar Kalasan, sampai ada candaan di kami, ‘kalau dikumpulin, mungkin ada kali sekabupaten ayam yang sudah kita bakar’. Menu ini berawal dari hobi saya yang doyan makan Ayam Bakar Kalasan, tapi seringkali saya merasa kurang puas dengan rasanya, mungkin karena faktor dari sisi ekonomi, seringkali bumbu yang dipakai kurang greget, atau bahan baku yang dipakai bukan yang top of the line. Akhirnya saya mencoba mengolah sebuah Ayam Bakar Kalasan yang enak tanpa banyak Alasan,” kata Achmad dalam rilisnya, Kamis (3/1).

Achmad mulai menyemarakkan bisnis kuliner di tengah masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Priangan pada 2017 tepatnya di bulan Februari. Sebuah rumah makan bercitarasa nusantara dengan konsep prasmanan hadir di bilangan Jatinangor, Sumedang.

Aneka masakan klasik khas nusantara seperti Ayam Bakar Kalasan, Rendang Daging, Ikan Nila Bumbu Cobek, Gepuk, Tumis Toge Tahu, Sayur Urap, Tempe Tahu Bacem, dan Bakwan Jagung, sampai aneka sajian populer seperti Gurame Asam Manis, Capcay, Ayam Geprek, dan Sapi Lada Hitam, menjadi andalan dalam menjamu para pelanggan.

“Bersentuhan langsung masyarakat sub-urban dan para akademisi di sebuah wilayah pendidikan telah memberikan kami pengalaman yang sangat berharga dan telah menjadi batu loncatan bagi kami untuk menggapai mimpi setinggi langit dan menyerbakkan aroma kami, sebagaimana nama kami, Aroma Langit,” ujar dia.

Pada akhir tahun yang sama, Achmad kemudian memutuskan untuk lebih fokus pada pelayanan jasa boga atau catering dan memindahkan basisnya ke wilayah Bandung timur, lebih tepatnya lagi di Cinambo, Kota Bandung.

“Sebagaimana Visi kami, ‘Menjadi Sebuah Entitas Usaha yang Bermanfaat Besar Bagi Kehidupan’. Kehidupan bagi semua yang ada di Aroma Langit dan yang bersinggungan dengan Aroma Langit, Dunia dan Akhirat. Saya punya prinsip dalam menjalankan usaha, biarlah Yang Maha Berkehendak yang memutuskan apa yang terjadi dengan Aroma Langit, saya hanya berusaha,” terang Achmad.

Meski masih terbilang baru, banyak pengalaman seru yang dirasakan Achmad dalam menjalankan Aroma Langit. Salah satunya membantu pasangan pengantin yang ingin mengadakan pesta pernikahan yang sederhana namun berkesan.

“Pernah suatu kejadian, ada sepasang calon pengantin yang datang, butuh katering untuk pernikahan mereka, anggaran terbatas, merekapun berharap bisa melangsungkan pernikahan dengan walimah yang sederhana, yang penting mereka bisa melangsungkan ibadah yang suci itu tanpa terlalu mendapat cibiran dari masyarakat. Saya terenyuh, akhirnya kami berikan pelayanan terbaik yang bisa kami berikan, walau akhirnya secara perhitungan buntung, tapi semoga Yang Maha Kaya yang menggantinya. Klise memang, tapi itulah kenyataan dalam berusaha, ” pungkas Achmad.

Tak hanya katering prasmanan, Aroma Langit juga menyediakan katering kantoran, nasi box hingga tumpeng. Dalam perjalanannya Aroma Langit telah melayani berbagai lapisan masyarakat mulai dari kantor-kantor pemerintahan, perusahan-perusahan swasta baik besar maupun kecil, serta masyarakat umum lainnya.

Para karyawan Aroma Langitpun telah mendapat Sertifikat Kursus Penjamah Makanan dari DPC Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) dan Dinas Kesehatan Kota Bandung.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *