kanaka.store – Awal Mula Fanatisme Kopi di Australia


Masyarakat Australia mengenal kopi sejak masuk imigran setelah PD II.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Warga Australia dikenal sangat fanatik terhadap kopi. Hampir di setiap kota besar di Australia terdapat kafe yang menyediakan berbagai kopi dengan racikan nikmat dari barista-barista profesional.

Counsellor Public Diplomacy Section Australian Embassy Jakarta, Nicholas Kittel, mengatakan kopi memiliki posisi yang sangat penting di tengah masyarakat Australia yang multikultural. Seperti beberapa negara penghasil kopi lainnya, Australia juga memiliki budaya kopi.

“Minum kopi setiap pagi menjadi bagian dari budaya Australia. Budaya kopi juga terkait dengan sejarah multikultural di Australia,” kata Nicholas ketika ditemui dalam acara temu media di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (18/9).

Di dunia perkopian, Australia bisa dibilang sebagai pemain baru. Sebelum kopi, Australia lebih dulu terobsesi dengan teh. Namun, besarnya arus imigrasi ke Australia membuat kopi bisa dengan cepat menggantikan tradisi minum teh di Australia.

     

Menurut Nicholas, masyarakat Australia mulai mengenal kopi sejak masuknya para imigran dari Italia dan Yunani pasca Perang Dunia II, tepatnya pada 1950-an. Di Australia para imigran ini membawa kebiasaan minum kopi saat berkumpul dengan komunitasnya.

Dari sanalah kopi mulai diminati dan berkembang dengan cepat sebagai sebuah budaya di Australia. Kehadiran kafe dan bar espresso milik para imigran sangat mempengaruhi budaya kopi di Australia. Hampir setiap pagi, aktivitas masyarakat Australia diawali dengan menyeruput kopi.

“Cara masyarakat menikmati kopi berbeda sesuai selera masing-masing, tapi umumnya ketika bangun pagi selalu minum kopi sebelum sarapan ataupun berolahraga,” tambah Nicholas.

Untuk mendukung budaya kopi di masyarakatnya, Australia juga mulai melakukan penanaman kopi. Selain penikmat dan peracik kopi, di Australia juga banyak orang yang memproduksi kopi. Dari segi rasa, menurut Nicholas, karakteristik kopi Australia berbeda dengan negara lain. Hal ini kerena dipengaruhi oleh iklim dan kondisi tanah di masing-masing negara.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *