kanaka.store ; Web Khusus Wanita Buat Ibu Hamil Takut Melahirkan Normal


Pendiri Mumsnet justru menyebut media khusus wanita membantu wanita hamil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Era media sosial saat ini membuat orang sering kali membagikan sesuatu secara berlebih. Salah satu efek nyata adalah banyaknya perempuan takut untuk melahirkan secara normal.

Sebelum ada media sosial, pengalaman melahirkan hanya dibagikan antara orang tua dan bidan. Namun, saat ini melahirkan telah menjadi topik yang sedang tren secara daring, sehingga, wanita membocorkan kisah mereka di berbagai media sosial dengan pendekatan yang tidak memiliki batasan.

Cerita dari proses persalinan memang dapat memberikan perasaan nyaman dan persahabatan di antara ibu baru dan calon ibu. Namun, di balik itu, mereka dapat membuat ibu hamil trauma dan membuat sebagian orang tidak dapat melahirkan sama sekali.

Peneliti senior di University of Hull Catriona Jones menjelaskan,  “cerita horor” tentang kelahiran bersama secara daring berkontribusi pada peningkatan tocophobia atau fobia persalinan. Munculnya forum pengasuhan seperti Mumsnet dan Netmums telah memberikan ibu-ibu dengan platform khusus di mana mereka dapat berbagi pengalaman, seberapa pun grafisnya, yang menurut Jones memperparah kekhawatiran akan persalinan.

“Jika Anda masuk ke forum Mumsnet, para wanita menceritakan kisah tentang persalinan ‘itu mengerikan, itu adalah pertumpahan darah’. Saya pikir itu bisa sulit untuk ditangani,” kata Jones, dikutip dari Independent, Sabtu (15/9).

Dengan berbagi pengalaman melahirkan yang menyakitkan secara terbuka, menurut Jones, ini seperti membuat tsunami cerita melahirkan yang negatif. Kebiasaan ini pun ternyata sudah tersebar di seluruh media sosial dan tidak bisa dibendung lagi.

“Mereka menghasilkan tingkat kecemasan di kalangan wanita, terutama jika mereka membaca cerita seperti ini ketika mereka sudah hamil,” kata Jones.

Penelitian tahun lalu berjudul “Worldwide prevalence of tocophobia in pregnant women: systematic review and meta-analysis” menyatakan, sekitar 14 persen wanita hamil menderita tokofobia dan angka tersebut terus meningkat sejak tahun 2000.

“Mereka mendatangi kami dan mengatakan para wanita dirujuk kepada mereka di akhir kehamilan dan mereka harus bekerja dengan mereka untuk membongkar ketakutan mereka akan kelahiran anak,” kata Jones yang diminta untuk meneliti fenomena tersebut.

Namun, pendiri dan CEO Mumsnet Justine Roberts mengatakan, cerita mengenai pengalaman melahirkan dapat sangat membantu untuk ibu, bahkan kalau menceritakan pengalaman yang tidak menyenangkan.

“Pengguna Mumsnet tidak sabar dengan gagasan bahwa wanita dewasa tidak berhak untuk menemukan kebenaran tentang spektrum penuh pengalaman kelahiran, dari yang bahagia hingga yang menakutkan,” katanya.

Roberts mengerti, banyak pesan tentang pengalaman melahirkan yang berfokus pada hal yang positif. Namun, sisi negatifnya adalah para ibu yang mengalami pengalaman traumatis dan rasa sakit, dan ketika tidak diceritakan maka dia akan bertanya-tanya.

Komentar Roberts didukung oleh pemimpin redaksi Netmums Annie O’Leary. Dia kecewa pada klaim bahwa situs-situs seperti mereka menanamkan rasa takut akan melahirkan.

“Sebagian besar ibu melihatnya sebagai positif, kita hidup di zaman di mana kita bisa berdiskusi tentang kelahiran yang benar, akurat, dan nyata tanpa disembunyikan dalam kerahasiaan,” kata O’Leary.

O’Leary menjelaskan, setiap kelahiran berbeda dan untuk setiap cerita horor ada cerita di mana wanita tidak memiliki apa-apa selain hal-hal yang baik untuk dikatakan tentang pengalaman mereka. Berbagi pengalaman ini tidak bisa disalahkan dan dikatakan menjadi pemicu bagi ketakutan perempuan untuk melahirkan normal.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *