kanaka.store ; Mengatasi Depresi pada Anak Remaja


Orangtua dituntut bisa menjadi sandaran anak untuk berbagi rasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Permasalahan mental seperti depresi bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak yang sedang memasuki usia remaja. Mengantisipasi hal ini, para orangtua dituntut harus jeli memperhatikan kondisi anaknya, sebab tanda-tanda depresi pada anak sulit dikenali.

Beberapa gejala yang harus diperhatikan orang tua yaitu anak marah dalam rentang waktu lama, kehilangan minat pada hal-hal yang disukai, dan sulit berkonsentrasi. Dilansir dari India Times, ada pula motivasi anak untuk melakukan sesuatu akan menurun bahkan ada keinginan melukai diri sendiri.

Jika anak diketahui melakukan gejala itu, orang tua harus bisa memahami kondisi anak dan memberikan empati. Orangtua juga dituntut untuk bisa menjadi orang pertama atau sandaran anak untuk berbagi rasa.

Orang Tua Berharap Sekolah Larang Penggunaan Ponsel

Anak akan merasa lebih baik jika orangtua selalu berada disekitar mereka dan menghabiskan waktu menemani mereka. Dalam kondisi-kindisi sulit, anak membutuhkan orangtua untuk berkomunikasi dan mendengarkan berbicara. Menceramahi hanya akan membuat anak merasa tudak nyaman.

Kenyataannya, sering kali ditemukan orangtua mengabaikan gejala-gejala depresi pada anak. Padahal, dengan membantu mencari solusi terhadap kesehatan mental anak, kondisi mental orangtua juga akan membaik. Perasaan nyaman seseorang sangat dipengaruhi oleh hubungan dekat, seperti hubungan antar anggota keluarga.

Para peneliti di Departemen Psikiatri dan Ilmu Perilaku Universitas Northwestern menyimpulkan bahwa ketika depresi seorang remaja meningkat, maka depresi pada orangtua juga akan meningkat.

“Kami percaya penelitian kami adalah salah satu yang pertama untuk mengevaluasi bagaimana kesehatan emosional seorang anak dapat berdampak pada orang tua,” kata Mark A Reinecke dari Northwestern University di AS.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *