kanaka.store – Resep bubur sumsum yang gurih dan lembut


Kapan terakhir kali teman-teman menikmati bubur sumsum? Bubur sumsum mudah dibuat namun mudah juga jika ingin membelinya. Sewaktu tinggal di Jakarta, saya sering melihat seorang tukang bubur sumsum yang biasa lewat di perumahan warga. Bubur sumsum itu diberi warna hijau muda lalu disajikan dingin dengan es batu. Nikmat juga bubur sumsum dengan penyajian seperti itu.

Di Jawa, tukang bubur sumsum dapat ditemukan di hampir semua pasar tradisional. Biasanya selain menyediakan bubur sumsum, ibu-ibu penjualnya juga menyediakan bubur ketan hitam, bubur mutiara, dll. Tersedia candil juga bagi yang suka. Bubur sumsum di pasar umumnya disajikan dalam keadaan hangat, dan dibungkus dengan daun pisang.

Dalam budaya Jawa, bubur sumsum memiliki makna tersendiri. Bubur atau jenang sumsum biasanya disajikan untuk dinikmati bersama-sama dalam rapat penutupan sebuah acara hajatan atau acara perayaan adat lainnya sebagai pemulih stamina dan sarana menghilangkan kelelahan.

Bagi orang yang menyelenggarakan hajatan, penyajian bubur itu dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada semua orang yang sudah membantu terselenggaranya acara hajatan dengan baik. Menikmati bubur berwarna putih yang dipadu dengan juruh bersama-sama setelah terselenggaranya acara seperti itu, dipercaya bisa menghilangkan rasa lelah.

Dalam acara pembubaran panitia yang sifatnya ramah tamah itu, selain menikmati bubur sumsum bersama-sama, biasanya dilakukan juga evaluasi penyelenggaraan acara. Tentunya juga disertai permintaan maaf bila selama acara terjadi suasana yang membangkitkan emosi. Selanjutnya, orang yang punya hajat seringkali mengakhiri acara dengan membagikan gift untuk kenang-kenangan.

Bubur sumsum nampaknya memang sederhana, namun bagi saya pribadi termasuk spesial. Entah mengapa, gurihnya bubur dan manisnya juruh itu selalu mengingatkan saya pada kasih sayang Ibu. Dulu, ketika saya masih kecil, ibu memang sering membuatnya.

Dan kini, di bulan ramadhan yang penuh berkah ini, rasanya cocok membuat bubur sumsum sebagai pembuka puasa. Tentunya membuatnya tidak perlu banyak. Secukupnya saja, untuk disajikan di mangkuk-mangkuk ukuran kecil. Bubur sumsum ini bisa disajikan panas maupun dingin dengan tambahan es batu.

Untuk menghasilkan bubur sumsum yang lembut, santannya harus cukup sehingga hasilnya tidak terlampau kental. Supaya lebih gurih, santannya sebaiknya menggunakan yang asli dan harus cukup kental. Jangan lupa membubuhkan garam. Meskipun hanya sedikit tetapi mempengaruhi rasanya. Untuk saus gula, gunakan gula aren supaya rasanya makin mantap.

Baiklah, bagi teman-teman yang ingin membuatnya bisa melihat resep berikut ini.

Bahan:

  • 5 sdm munjung tepung beras kualitas bagus (kurang lebih 60 gram)
  • 400 ml santan segar yang cukup kental
  • 1/3 sdt garam
  • 100 g gula merah
  • sejumput garam
  • 150 ml air bersih
  • 2 lembar daun pandan, masing-masing disobek-sobek sedikit bagian pinggirnya supaya wanginya keluar, lalu disimpulkan

Cara membuat:

  1. Encerkan tepung beras dengan sepertiga bagian santan dan aduk-aduk hingga rata dan tidak bergerindil
  2. Masak sisa santan dengan 1/3 sdt garam dan sehelai daun pandan hingga mendidih, lalu masukkan campuran santan dengan tepung beras, aduk dan masak hingga matang dan teksturnya agak kental.
  3. Angkat dan sajikan dengan juruh/kinca atau saus gula merah.
  4. Membuat saus gula merah: iris-iris gula merah, lalu masak dengan sehelai daun pandan, sejumput garam, dan air sambil diaduk-aduk sehingga mendidih dan menjadi saus gula merah yang agak kental (Masak dengan api kecil saja). Angkat lalu saring dan sajikan bersama bubur sumsum.

Jadi begitulah cara membuat resep bubur sumsum ini. Sangat mudah bukan? Semoga bermanfaat … IN



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *