kanaka.store – Ramadhan di Pasar Papringan


Menu yang tersaji terinspirasi dari Pasar Papringan di Dusun Ngadiprono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pasar Papringan berada di Dusun Ngadiprono, Ngadimulyo, Temanggung, Jawa Tengah. Setahun belakangan Pasar Papringan populer di kalangan pecinta kuliner juga penyuka wisata kreatif sebagai sebuah inisiatif revitalisasi desa dalam wadah jual beli di pasar.

Aslinya, Pasar Papringan dikelilingi pohon bambu dalam area seluas 3.000 meter persegi. Ragam makanan yang dijajakan di sana merupakan kuliner daerah yang sebagian sudah langka.

Sepanjang Ramadhan, Pasar Papringan di Ngadiprono tutup. Tapi khusus di restoran Kaum Jakarta Pasar Papringan dibuka setiap menjelang waktu berbuka puasa.

Lisa Virgiano, Brand Manager Kaum Jakarta, mengatakan Pasar Papringan membawa banyak inspirasi kuliner lokal. Terlebih makanan yang tersaji di Pasar Papringan semuanya bebas MSG, dimasak sesehat mungkin, dan mengadaptasi kearifan lokal.

Berangkat dari visi tersebut restoran Kaum Jakarta yang terletak di Jalan Mochtar Kusumaatmadja, Menteng, Jakarta Pusat, membawa sepenggal Pasar Papringan sebagai inspirasi hidangan dan suasana bersantap selama Ramadhan. Jadilah ketika memasuki Kaum, tampak nuansa pasar di kampung.

Meja dari bambu, makanan yang tersimpan di kualit tanah, hingga batok kelapa sebagai mangkok makanan. Lisa menerangkan setiap harinya jajan pasar sebagai pembatal puasa berganti. Namun seluruhnya merupakan inspirasi dari Pasar Papringan.

Kemarin (22/5), Republika.co.id, disuguhi bakwan sayur, tahu isi, dan tape goreng ala kampung sebagai pembatal puasa. Tak lupa ditemani saus kacang yang sedikit pedas.

Jika menyukai berbuka dengan kolak, kemarin tersedia kolak labu kuning. Atau penyuka minuman manis dingin bisa langsung mengambil es sarang burung, berisi parutan agar-agar, blewah, dan selasih dengan kuah sirup merah yang tidak terlalu manis. Rasanya seperti berbuka di rumah di kampung, ya.

Untuk hidangan kuah hangat, salah satu pilihannya adalah Lesah Ayam yang mirip dengan soto tapi diberi santan. Lesah Ayam, seperti soto pula, disantap dengan tauge, suwiran ayam, dan perasan jeruk nipis, serta tentunya bawang goreng dan sambal rawit.

Semua hidangan yang bisa diambil prasmanan itu tersaji bebas. Sebagai hidangan utama, ada dua pilihan menu yang bisa dipilih. Lisa mengatakan, menu tersebut dirotasi agar bervariasi.

Diantara pilihan paket berbuka adalah Temanggung yang berisi nasi putih dengan sate buntel acar rujak, ikan goreng sambal kecombrang, plecing kangkung, sambal, dan kerupuk. Atau paket Ngadimulyo berupa nasi dengan sate ayam bumbu kacang, ikan pesmol, buncis obrak abrik, sambal, dan kerupuk. “Harganya 185 ribu per porsi, semua tersaji dengan hidangan pembuka sampai penutup,” terang Lisa.

Berbuka ala Pasar Papringan tersaji hingga pukul 20.00 WIB. Selama itu tamu hanya bisa menikmati hidangan paket Ramadhan. Lepas dari waktu tersebut tamu mulai bisa menikmati ragam hidangan Kaum lainnya secara ala carte.

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *