kanaka.store – SoulFood Bertahan dengan Menu Khas Indonesia


Bakso drokdok, lidah mercon, cumi hitam, tetap ada di menu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masakan Indonesia tetap menjadi primadona di lidah warganya. Baik tua maupun muda, rasa otentik ini tetap memikat meski masakan global mulai menyerbu dengan brutalnya.

Meski masakan luar, seperti makanan Korea, Jepang, Western, menjadi menu-menu utama beberapa restoran di ibu kota. Nyatanya lidah Indonesia tidak bisa dibohongi dengan suguhan bumbu dan rempah yang kaya.

Dengan alasan itu, SoulFood tetap bertahan mengangkat tema masakan autentik Indonesia. Meski saat ini sudah berpindah dari Kemang ke Jalan Taman Gunawarman Barat nomor 23, Jakarta, makanan Indonesia tetap menjadi fokus utama.

“Kita ingin lebih melestarikan kuliner Nusantara. Soulfood ini memang asalnya dari Amerika sana, tapi idenya itu merujuk pada comfort food Indonesia,” ujar Manajer Restoran SoulFood Fijrin Adzani Rachim.

Masakan Indonesia yang dihadirkan pun merupakan makanan-makanan rumahan yang memang sering membuat rindu. Bukan hanya dalam segi rasa saja, suasana rumah pun dibawa dalam segi penyajian dengan konsep berbagi makanan yang memang sering dilakukan di meja makan.

Untuk menu yang dihidangkan, SoulFood pun tetap membawa makanan-makanan yang menjadi favorit di tempat lamanya, seperti Baso Drokdok, Lidah Mercon, hingga pelbagai jenis nasi seperti nasi kornet dan nasi cumi hitam.

Walau begitu, ada pula menu-menu baru yang coba ditawarkan dengan variasi dari menu favorit sebelumnya. Contoh saja Lidah Lado Ijo yang memiliki tekstur empuk dan kenyal, ditambah bumbu lado ijo yang gurih ketika masuk dalam mulut.

Ada pula menu Teri Melinjo yang menggunakan teri medan kering kemudian ditumis dengan kulit melinjo sehingga rasa gurih sedikit asin. Apalagi dalam menu tersebut ada tambahan belimbing wuluh yang membuat rasa semakin beragam dengan sentuhan asam segar.

“Kita juga coba untuk menghadirkan menu yang tidak terlalu pedas, sebab di tempat dulu memang makanan pedas yang lebih dikenalkan,” kata Fijrin.

Untuk bisa mencoba masakan yang berada di kawasan Senopati itu, cukup datang mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga yang ditawarkan pun mulai dari Rp 25 ribu.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *