kanaka.store – Mi Abang Adek, Mi Terpedas Dunia


Bisnis Mi Abang Adek dirintis Sartono dari warung kopi gerobak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anda senang menikmati semangkuk mi yang dilengkapi dengan telur dan cabai rawit? Berapa cabai rawit yang Anda gunakan? Dua atau tiga saja bukan? Biasanya jumlah cabai rawit tiga sudah membuat mi terasa pedas. Bagaimana jika cabai rawit yang digunakan sebanyak 100 buah? Terbayang kan pedasnya seperti apa.

Restoran Mi Abang Adek menjual mi dengan jumlah cabai rawit merah 100 buah sebagai bumbu dasarnya. Tempat makan ini cukup terkenal bahkan pernah disambang sejumlah blogger kuliner internasional yang penasaran.

Restoran yang berdiri sejak 1996 ini menawarkan lima level kepedasan. Mulai dari level sedang dengan jumlah cabai 10, pedas 25 cabai, gila 50 cabai, garuk 75 cabai dan mampus 75 cabai.

“Nama menu itu sesuai saat mereka makan mi itu karena pedasnya sampai garuk-garuk, bilang gila ini mi pedas banget atau bilang mampus deh nih makan mi pedas banget,” ungkap Sartono (53 tahun) pemilik restoran tersebut.

Awalnya Sartono membuka warung kopi biasa yang menjual mi rebus dan goreng. Kala itu ia menjadi seorang pembantu rumah tangga sekaligus menjaga kos-kosan diwilayah Roxy Jakarta. Saat itu ia sering diajak anak kos untuk makan mi di pinggir jalan.

Lalu terpikirlah ia untuk menjual mi. “Saya bilang ke mereka kalau mau pesan mi ke saya saja. Eh jam 12 malam pun mereka mengetok pintu kamar saya minta dibuatkan mi,” kenangnya.

Kemudian ia membuka warung kopi hanya bermodalkan gerobak. Lambat laut usahanya makin maju. Warung kopi biasa akhirnya berubah jadi restoran. Keberhasilannya ini lantaran ia berani menjual mi yang berbeda rasanya.

Mi dengan rasa pedas yang luar biasa. Bahkan ia sendiri pun tak berani mencicipinya. “Atas permintaan konsumen kita buat menu dengan level kepedasan berbeda,” ujarnya.

Dari situlah banyak yang menyukai produk tang dijualnya. Selain rasanya yang unik harganya pun cukup terjangkau. Satu porsi mi dengan telur dan kepedasan yang luar biasa hanya sekitar Rp 20 ribu. Anda harus membayar tambahan biaya jika ingin kepedasan yang lebih tinggi. Misalnya mi sedang dengan 10 cabai ada tambahan Rp 1.000, sedangkan mi mampus tambahan harganya Rp 5.000 per porsi.

Usahanya kini sudah terbilang berhasil. Omset per harinya mencapai Rp 10 juta. Bahkan tahun lalu ia bisa menjual sekitar 25 dus karton mi per hari. Namun di tahun ini penjualan menurun bahkan hingga 50 persennya. Selain di Roxy sudah ada beberapa restoran ini di berbagai daerah dengan sistem waralaba. Seperti di daerah Palembang, Jambi, Surabaya, Bali dan Tangerang.

Nama restoran ini memang berasal dari tiga orang adik kakak yang merintis usaha bersama menjual mi. Namun hanya Sartono yanh bertahan. Menu paling laris adalah garuk, gila dan mampus. Pembelinya rata-rata perempuan, generasi milenial, bahkan anak SMP.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *