kanaka.store ; Pola Pengasuhan Pengaruhi Sikap Anak ke Orang Lain


Selain pengasuhan, sikap anak ikut dipengaruhi pergaulan dan gawai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pikolog Anak dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jan Cindy mengatakan pola pengasuhan orang tua sangat berpengaruh terhadap sikap anak. Terutama saat anak berinteraksi dengan orang lain, termasuk dengan guru.

“Pola asuh orang tua sangat berpengaruh terhadap bagaimana anak menghargai dan menghormati orang lain,” kata Cindy yang dihubungi di Jakarta, Kamis (15/3). Cindy mengatakan sikap anak yang tidak menghargai dan menghormati orang yang lebih tua, termasuk figur otoritas seperti guru maupun orang tua sendiri, disebabkan oleh beberapa sikap dan pola asuh yang tidak tepat.

Cindy mencontohkan beberapa sikap orang tua, seperti tidak tegas, tidak konsisten, selalu mengikuti dan menuruti kemauan anak serta tidak menerapkan peraturan yang jelas di rumah, bisa menjadi faktor penyebab anak berani melawan orang yang lebih tua. “Selain itu, bila orang tua tidak menerapkan konsekuensi atas perilaku anak yang buruk dan tidak menanamkan nilai-nilai perilaku yang baik pada anak akan membuat anak sulit mengikuti peraturan dan norma yang berlaku di masyarakat,” tuturnya.

Selain faktor pola pengasuhan orang tua, sikap anak yang tidak menghormati dan menghargai orang yang lebih tua juga dipengaruhi oleh pergaulan dan tontonan di televisi. Termasuk jenis permainan yang dimainkan melalui gawainya.

“Namun, faktor utama yang bisa menjadi penyebab sikap anak yang tidak menghargai dan menghormati orang tua adalah pola pengasuhan orang tua di rumah,” katanya.

Konflik yang melibatkan guru dengan murid masih saja terjadi. Sebelumnya seorang guru meninggal setelah kabarnya dihadang oleh salah satu muridnya sepulang mengajar di sekolah. Juga ada guru yang harus dirawat di rumah sakit karena dilempar kursi plastik di dalam kelas.

Guru yang meninggal itu diduga dianiaya muridnya karena tidak terima saat ditegur karena tertidur di dalam kelas. Sedangkan guru dilempar kursi plastik karena menegur salah satu muridnya yang bermain gawai saat pelajaran di dalam kelas.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *