kanaka.store – Jumlah McSleepers Naik 50 Persen di Hong Kong


Tunawisma perempuan memilih tidur di McDonald’s karena lebih aman.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG — Jumlah tunawisma di Hong Kong tidur di restoran waralaba populer naik 50 persen dalam tiga tahun. Laporan sebuah LSM menemukan tahun ini ada 384 tunawisma dibanding 256 tunawisma di tahun 2015.

Studi dilakukan oleh Society for Community Organisation (SoCO). Tunawisma yang biasa tidur di restoran cepat saji McDonald’s disebut McSleepers atau McRefugees di segala penjuru Hong Kong.

LSM tersebut melakukan survei dari Desember tahun lalu hingga Januari tahun ini di empat distrik Hong Kong. Survei menemukan 11,2 persen diantaranya merupakan perempuan. Tunawisma perempuan Hong Kong umumnya memilih bermalam di tempat khusus karena merasa lebih aman.

Seorang wanita berusia 48 yang biasa disebut Monitor mengaku sudah tidur di McDonald’s cabang Hung Hom sejak 2016. Ia meninggal tempat penampungan di Wan Chai setelah masa tinggalnya selama tiga bulan kedaluwarsa. Salah satu alasannya memilih McDonald’s karena justru ia menjadi korban perisakan dan pelecehan di penampungan.

Sebagai penerima Comprehensive Social Security Assistance sejak 2007, Monitor hanya mampu menyewa flat dengan partisi seharga 1.500 dolar Hong Kong atau sekitar Rp 2 juta. Ruangan tersebut digunakannya untuk meletakkan barang-barang pribadinya. Ia menyebut ada terlalu banyak kecoak dan serangga hingga tidak ditinggali.

Community Organiser Society for Community Organisation, Ng Wai-tung, mengatakan pemerintah harus bertanggung jawab dengan memberikan penampungan bersubsidi. “Terutama bagi tunawisma perempuan,” katanya, dikutip dari South China Morning Post, Jumat (9/3).

Ng mendorong penjabat mengalihfungsikan bangunan publik dan sekolah yang terpakai sebagai sarana penampungan. Harga rumah yang sangat tinggi juga memicu tingginya angka tunawisma di Hong Kong.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *