kanaka.store ; Tika Bisono Ungkap Usia Terbaik Anak Miliki Gawai


Adiksi gawai membuat anak terpaku hingga lupa beraktivitas fisik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kecenderungan penggunaan gawai pada anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Pola asuh yang salah dapat menjerumuskan anak ke dalam adiksi penggunaan gawai.

“Orang tuanya pasti yang paling bersalah (atas adiksi gawai pada anak),” ungkap psikolog Tika Bisono, Jumat (2/3). Tika mengatakan anak-anak di tingkat sekolah dasar ke bawah sebaiknya tidak diberikan gawai sendiri. Pada usia tersebut, anak harus lebih fokus terhadap beragam aktivitas fisik yang merangsang pertumbuhan dan kebugaran.

Jika anak-anak sudah mengalami ketergantungan sejak dini, dikhawatirkan anak tidak akan melakukan aktivitas fisik yang dibutuhkan. Akibatnya, anak tidak akan berkembang sebagaimana mestinya karena ia akan mengalami hambatan dalam proses perkembangan tersebut.

“Kalau sudah SMP kelas 1 boleh,” jelas Tika.

Adiksi gawai pada anak dapat memberi beragam dampak negatif. Salah satunya, anak akan lebih terpaku pada gawai dibandingkan bermain dengan teman-teman sebaya.

Adiksi gawai juga akan emmbuat kemampuan respon anak menjadi lebih rendah. Selain itu, anak yang mengalami adiksi gawai juga cenderung memiliki fokus yang kurang baik.

“Walaupun lihat ke depan, otaknya nyangkut di gadget,” ungkap Tika.

Hal terburuk yang mungkin disebabkan adiksi gadget adalah anak akan merasa bahwa gawai itu dunia yang sesungguhnya. Ini akan membuat anak marah jika tidak mendapatkan akses terhadap gawai maupun menangis jika tak diberikan akses terhadap gawai. “Sudah banyak yang seperti ini,” jelas Tika.

Pada anak SMP kelas 1 ke atas yang sudah boleh memiliki gawai sendiri, penggunaan gawai juga tetap harus diperhatikan. Tika mengatakan penggunaan gawai untuk bermain gim perlu dibatasi selama 1-2 jam per hari saja.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *