kanaka.store : Jaga Hutan Papua Tetap Lestari dengan Lintah


Dengan mengamati apa yang menjadi mangsa lintah, kita bisa tahu spesies apa saja yang ada di dalam hutan.

Dalam pendekatan yang dikembangkan, peneliti mengoleksi lintah dalam hutan dan mengawetkannya dengan etanol. (Eugene03/Thinkstock)

Penyelamatan hutan penting dan harus dilakukan dengan strategi yang tepat. Agar bisa menyelamatkannya, ilmuwan dan para pakar lingkungan harus tahu apa yang ada di dalam hutan.

Mark Ziembicki dari Universitas James Cook dan Gabriel Porolak dari Universitas Papua Niugini, mengembangkan pendekatan menarik untuk mengungkap jenis-jenis hewan yang ada dalam hutan.

Mereka tidak mengamati satu per satu tetapi menggunakan lintah sebagai alat bantu. Metode itu penting sebab hutan adalah wilayah yang sulit dijelajahi dan perlu waktu cukup lama untuk menguak apa yang ada di dalamnya.

(Baca juga: Bau Bangkai Lintah Bikin Rekan-rekannya Kabur)

“Mengamati lintah, kumbang tinja, dan nyamuk dapat menentukan apa yang ada di dalam hutan, karena hewan-hewan tersebut memakan semua apa yang ada di hutan,” kata Ziembicki seperti dikutip ABC, Jumat (22/12/2017).

Dalam pendekatan yang dikembangkan, Zeimbicki mengoleksi lintah dalam hutan dan mengawetkannya dengan etanol. Dia lalu membawa koleksi lintah itu ke laboratorium untuk dianalisis.

Salah satu yang dianalisis adalah DNA hewan-hewan yang menjadi mangsanya. Setiap kali menghisap darah, ada materi genetik hewan yang dihisap. Nah, materi genetik itu yang dideteksi.

(Baca juga: Studi: Hutan Berkarbon Tinggi Lebih Mendukung Kehidupan Mamalia yang Terancam Punah

“Ada beberapa spesies yang sulit ditemui, teknik ini akan membantu mengetahui apa yang hilang dan apa yang masih ada,” kata Gabriel Porolak yang mengembangkan pendekatannya untuk melihat keragaman hewan di hutan Papua Niugini.

Penelitian keragaman hutan di papua Niugini penting sebab sekarang eksploitasinya makin meningkat. Parolak mendorong pemanfaatan yang berkelanjutan. Namun untuk bisa mengupayakannya, pendataan apa yang ada di hutan penting untuk dilakukan lebih dahulu.

Catatan: Tulisan telah direvisi untuk memperjelas pendekatan yang dikembangkan oleh peneliti.

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com. Baca artikel sumber. 

(Michael Hangga Wismabrata/Kompas.com)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *