kanaka.store : 7 Isu soal Alien dan UFO Sepanjang 2017


Benda asing yang tak dikenal manusia, seperti Unidentified Flying Object (UFO), tak pernah berhenti membuat rasa penasaran. Hal ini sebagai salah satu bukti bahwa manusia kesepian dan selalu ingin tahu apa yang terjadi di antariksa.

Pencarian mahkluk lain di luar bumi pun terus dilakukan. Bahkan, sebuah video anonim tersebar dengan mengklaim Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah menemukan alien.

Berikut ini sejumlah peristiwa diduga UFO dan pencarian alien sepanjang 2017.

1. Dugaan UFO di Kolombia ternyata balon Google

Pada Maret 2017, seorang warga San Luis, Kolombia, melihat benda terbang aneh yang jatuh di lapangan sekitar. Petani setempat panik karena mengira benda tersebut adalah UFO. Sejumlah laporan di dunai maya menyebut benda itu merupakan satelit.

Keberanaran baru terungkat setelah polisi datang memastikannya. Rupanya, benda aneh itu adalah balon internet buatan ‘X’, perusahaan yang berafiliasi dengan Google.

“Ini adalah perangkat teknologi yang dipakai Google. Ia melayang di angkasa dengan bantuan balon,” ujar komandan polisi wilayah Tolima, Jorge Esguerra pada Rabu (15/3/2017).

Balon itu merupakan bagian dari Project Loon besutan X yang beroperasi di Kolombia. X menggunakan balon untuk memperluas koneksi internet di daerah terpencil.

2. Portal Alien di Yorkshire, Inggris

Sebuah cincin hitam mengambang di langit yang cerah di jalan tol M26, dekat Birkenshaw, Yorkshire, Inggris, juli 2017. Sebagai orang menduga cincin hitam itu merupakan portal bagi alien untuk datang ke Bumi. Kimberley Robinson, salah satu saksi mata mengabadikan fenomena itu menggunakan telepon pintarnya.

Apa yang Robinson lihat bukanlah yang pertama. Peristiwa serupa terjadi pada 27 April 2016 dengan kemunculan awan aneh di atas Magic Castle Disneyland, California. Pada 2015, pusaran awan hitam berdameter 100 meter muncul di Kazakhstan.

(Baca juga: 5 Alasan Untuk Percaya Adanya UFO)

Peristiwa itu dijelasn secara sederhana oleh Nigel Watson, penulis ‘UFO dari Perang Dunia Pertama’. Dalam kasus di Birkenshaw, cincin hitam terjadi hasil sampingan dari tembakan Meriam dan reka ulang pertempuran pada acara Yorkshire Wartime. Acara itu melibatkan lebih dari 500 kendaraan militer.

Tembakan meriam menciptakan cincin asap dan gangguan pada udara sekitar yang menghasilkan pusaran. Udara yang berada di sekitar pusaran terhempas, sementara udara di dalamnya berputar.

3. Temuan UFO Berbentuk “Permen”

David Fravor, mantan pilot angkatan laut Amerika Serikat, angkat suara soal pengalamannya melihat UFO pada 2004 lalu. Saat itu, Favor tengah melakukan misi pelatihan rutin di lepas pantai California. Unitnya diminta memeriksa benda tak dikenal.

Benda aneh itu turun dari ketinggian 24.000 meter ke 6.000 meter. Tak lama, benda itu menghilang. Setelah terbang sejauh 96 kilometer ke lokasi tersebut, Fravor mengatakan bahwa dia melihat benda berbentuk seperti permen Tic Tac.

“Panjangnya 12 meter tanpa sayap, hanya terbang rendah di dekat air,” kata Fravor.

Fravor juga mengatakan hal itu menciptakan reaksi pada air seperti biasanya helikopter atau pesawat terbang ketika mendekat pada air. Selain itu, Fravor juga menyebut benda aneh ini bergerak cepat.

“Saya dapat memberitahu Anda, saya pikir itu bukan dari dunia ini. Saya tidak gila, belum pernah minum minuman keras. Setelah 18 tahun terbang, saya telah melihat hampir semua hal yang sangat nyata, dan benda itu tak terlihat nyata,” sambung Fravor.

4. Benda Putih Saat Peluncuran Pesawat

Sosok benda putih terekam dalam video cuplikan peluncuran pesawat ulang-alik Endeavour NASA pada 2011. Video benda putih itu berasal dari akun YouTube NASA yang kemabli diunggah oleh UFO Today.

UFO Today tersebut menyebut obyek aneh itu sebagai “satelit Ksatria Putih”, yaitu sebuah pesawat alien yang dikabarkan diam-diam mengorbit di bumi selama ribuan tahun.

(Baca juga: Diaktifkan, Tim Pelacak UFO)

Meski tak sependapat, NASA menyebut manusia tak lama lagi bisa menjalin komunikasi dengan alien. Tony del Genio, wakil pimpinan proyek NExSS NASA di Goddard Institute for Space Studies, New York, menyebut penemuan alien mungkin akan terungkap dalam beberapa dekade.

“Saya pikir, dalam 20 tahun kita akan menemukan satu kandidat yang mungkin demikian,” kata del Genio, Sabtu (25/11/2017).

5. Pentagon Selidiki UFO Diam-Diam

UFO tak hanya menarik minat masyarakat awam. Bahkan, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon juga ikut penasaran. Pentagon mengakui sedang menjelankan misi pencarian UFO secara rahasia selama lima tahun.

Program tersebut sebetulnya telah ditutup pada 2012 akibat penghematan anggaran. Selama lima tahun sejak 2007, telah habis terkuras 20 juta AS atau Rp 271,7 miliar.

Pejabat intelijen militer Luis Elizondo, yang mengonfirmasi isu tersebut mengakui pendanaan pemerintah telah menyusut. Namun, misi pencarian UFO terus berlanjut di bawah arahan pejabat yang menggantikan posisinya.

AS memiliki sejarah panjang penampakan pesawat misterius, termasuk penemuan puing-puing logam aneh pada 1947 oleh seorang peetrnak di Roswell, New Mexico. Namun militer AS mengklaim benda tersebut merupakan sebuah balon cuaca yang jatuh.

6. Cahaya Misterius di California

Benda bercahaya misterius melintasi kota California pada Jumat (22/12/2017) malam. Kecurigaan warga tertuju pada UFO, terlebih pemerintah AS mengungkap pencarian UFO.

Sayangnya, nasib baik tak langsung berpihak kepada warga California. Cahaya itu berasal dari peluncuran roket SpaceX dari pangkalan angkatan udara Vanderberg di California, sebelah utara Los Angeles.

(Baca juga: Perang UFO Berhasil Direkam?)

Roket SpaceX membawa 10 satelit komunikasi Iridium Next ke orbit setelah matahari terbenam. Peristiwa itu meninggalkan kilasan cahaya yang luas di sekitar roket pada saat meluncur ke angkasa di lintasan selatan.

Untuk meredam kehebohan publik, pemadam kebakaran Los Angeles bahkan mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa cahaya misterius di langit tersebut hanyalah peluncuran roket SpaceX.

7. NASA Cari Staf Pelindung Bumi dari Alien

NASA sempat mencari Staf Pelindung Planet dari ancaman dan kontaminasi alien. Lowongan kerja itu terbuka bagi warga Amerika Serikat hingga 14 Agustus 2017.

Tugasnya? Menghindarkan astronot dan robot dari ancaman kontaminasi material organik dan biologi selama perjalanan luar angkasa.

Gajinya pun cukup menggiurkan. NASA menawarkan rentang gaji Rp 1,7 – 2,5 miliar per tahun, alias mencapai Rp 100-an juta per bulan.

Jika memenuhi kualifikasi, masa percobaan berlangsung satu tahun. Lalu, sang pelindung akan dikontrak selama tiga tahun dan kemungkinan bisa diperpanjang 2 tahun kemudian.

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com. Baca artikel sumber

(Lutfy Mairizal Putra/Kompas.com)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *