kanaka.store : Penjarahan Toko Pakaian di Depok Terekam CCTV: 24 Remaja Ditangkap



TABLOIDBINTANG.COM – Sebanyak 24 remaja yang melakukan perampokan toko pakaian Fernando di Jalan Sentosa, Sukmajaya, Kota Depok, yang videonya viral di media sosial, ditangkap polisi. Perampokan ini dilakukan dengan modus penjarahan.

“Ada 23 orang laki-laki serta seorang perempuan yang ditangkap,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryanana saat dihubungi Tempo,  Senin, 25 Desember 2017.

Penjarahan dan perampokan itu terjadi Minggu, 24 September, sekitar pukul 04.30. Pelakunya berjumlah sekitar 20 remaja, yang menggunakan sepeda motor.

Menurut Kepala Sub-Bagian Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Sutrisno, berdasarkan keterangan korban bernama Nendi, para pelaku datang dari arah Jalan Juanda, kemudian tiba-tiba berhenti di depan toko. Mereka lalu mengambil barang yang diinginkan begitu saja, kemudian kabur. Penjaga toko tak bisa berbuat banyak melihat perampokan itu.

Memang tak semua anggota rombongan itu melakukan perampokan. Sebagian masih bertahan di sepeda motor. “Mereka mengambil kaus, jaket, dan celana jins, lalu kabur ke Jalan Tole Iskandar,” tutur Sutrisno saat dihubungi Tempo pada Ahad, 24 Desember 2017.

Penjarahan dan perampokan itu terekam kamera CCTV toko Fernando. Korban juga melapor ke polisi. Menurut Putu, para pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda pada hari yang sama.

Putu menuturkan 17 orang ditangkap di kontrakan di kawasan Pitara, Pancoran Mas. “Tujuh orang yang ditangkap di sebuah bengkel wilayah Mampang, Pancoran Mas,” ujarnya. “Sehingga pada Minggu pukul 18.30 telah diamankan 24 orang ini.”

Polisi pun menyita enam sepeda motor, puluhan kaus, jaket, dan celana hasil perampokan, serta beberapa senjata tajam.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO

Editor Suyanto Soemohardjo

loading…

KOMENTAR

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *