kanaka.store – Resep martabak telur bumbu kari


Cara membuat martabak telur rumahan

Apakah teman-teman menyukai martabak telur bumbu kari? Pernah mencoba membuatnya sendiri? Memang tukang martabak di sekitar kita begitu banyak, sehingga kita bisa dengan mudah membelinya. Tapi ada keuntungannnya lho belajar membuat martabak sendiri.

Selain lebih ekonomis juga tidak perlu repot mengantri, hihihi. Benar kan? Setiap martabak yang enak biasanya penggemarnya banyak. Jadi biasanya untuk membeli orang harus rela mengantri yang tak jarang makan waktu sejam dua jam.

Paling parah kalau bulan puasa, semakin dekat waktu berbuka semakin ramai orang mengantri martabak untuk berbuka. Sebab abang tukang martabak biasanya mulai membuka lapaknya sore hari.

Meskipun ada orang lain yang membelikan, tetap saja kita harus sabar menanti.  Ini salah satu alasan yang membuat saya dulu memutuskan untuk mulai membuatnya sendiri. Alasan lain, karena martabak langganan saya lama kelamaan berubah rasanya.

Alhasil saya jadi malas membeli lagi. Ketika pertama membuat sendiri, kulitnya masih menggunakan kulit pangsit, maka terjadilah martabak mini. Memang tidak seenak martabak yang dibeli di abang-abang karena beda kulit dan beda ukuran, tetapi lumayanlah.

Soal rasa dan isinya masih bisa dibuat sesuai dengan selera. Yang penting, usahakan untuk menggunakan daging dalam jumlah cukup. Rebus dagingnya hingga betul-betul empuk, dan usahakan agar potongannya jangan terlalu kecil supaya terasa, terakhir jangan lupa, beri bumbu yang mantap.

Suatu saat ketika liburan di Bandung, saya melihat adik membuat martabak telur bumbu kari yang enak. Saya perhatikan bentuk dan rasanya sudah hampir mirip dengan yang dijual abang-abang tukang martabak.

Begitu ditaruh di meja, tak berapa lama langsung habis. Anak-anak ternyata sangat menyukainya. Menurut mereka  rasanya lebih enak daripada martabak yang dibeli sama abang tukang martabak, hehe…. tentu saja. Martabaknya tebal karena menggunakan banyak daging. Telurnya hanya satu.

Maklum isi martabak rumahan ini dimasukkan di kulitnya di atas meja, jadi kalau kebanyakan menggunakan telur akan meleber ke mana-mana. Tebalnya martabak berasal dari daging dan sayuran saja.

Abang tukang martabak bisa menggunakan banyak telur karena isi martabak dimasukkan ke kulit di atas wajan panas, jadi telur langsung kena minyak dan menggumpal tidak sempat meleber ke mana-mana.

Kata adik, dia mendapatkan resep kulitnya dari google.  Sedangkan untuk membumbui isi martabak, adik menggunakan bumbu kari beli jadi yang memang bagus kualitasnya. Tak heran rasanya enak.

Penggunaan daging sapinya cukup banyak, dimasak sampai empuk betul, dengan potongan-potongan yang cukup besar. Tentu saja anak-anak merasa lebih enak daripada yang biasa dibeli.

Ketika saya cek, ternyata resepnya sama dengan resep kulit martabak yang pernah saya lihat di web Mbak Diah Didi. Nampaknya dari situlah adik mendapatkannya. Kalau melihat ketika adik membuatnya memang gampang, praktis, dan cepat. Jadi kita tak perlu takut gagal.

Resep kulit martabak Mbak Diah Didi ini memang jos (semoga blognya makin sukses dan berkah ya Mbak). Saya sudah beberapa kali membuatnya dan berhasil baik.

Bagi teman-teman yang ingin mencoba juga, saya cantumkan di sini resepnya. Biasanya setiap kali saya membuatnya, satu resep bisa menghasilkan 4 buah kulit martabak. Jadi kalau ingin membuat 2 martabak saja, cukup gunakan setengah resep.

Tapi bila ingin tetap membuat 1 resep juga tidak mengapa. Karena kulit martabak ini bisa disimpan semalam di suhu ruang atau 1-2 hari di dalam lemari es. Tapi perlu diingat, semakin lama disimpan elastisitas kulitnya akan semakin berkurang. Jadi sebaiknya paling lama disimpan sehari saja.

Jadi begini, misalnya kita membuat kulit martabaknya malam hari, kita bisa menggorengnya sebagian di pagi hari untuk bekal ke kantor atau sekolah. Sebagian lagi bisa digoreng sore hari untuk teman ngopi atau minum teh.

Untuk disimpan semalam, menyimpan rendaman kulit martabaknya di suhu ruang saja ya teman-teman. Kalau di lemari es nanti beku dan lama memprosesnya.

Sedangkan daging untuk adonan isi, sebaiknya disiapkan sehari sebelumnya. Karena memasaknya butuh waktu cukup lama. Selain itu daging untuk bahan isi bisa lebih lama disimpan. Jadi kita bisa membuat sekaligus banyak untuk membuat martabak beberapa kali.

 

Resep martabak telur bumbu kari

 

Membuat kulit martabak

sumber: diahdidi.com

Bahan:

200 g tepung terigu protein tinggi

1/4 sdt garam

140 ml air matang

30 g minyak goreng

500 ml minyak goreng untuk merendam kulit martabak

minyak untuk menggoreng

 

rendaman kulit martabak

Kulit martabak yang sedang direndam ini ada 5 karena kebetulan saat itu saya membuat 11/2 resep dan satu buah kulit sudah digoreng. Sayang wadahnya kurang lebar sehingga saling lengket pinggirnya.

 

Cara membuat:

  1. Kulit martabak: campur tepung terigu dan garam. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis. Tambahkan minyak goreng, uleni sampai elastis. Timbang masing-masing 75 gram. Bulatkan. Rendam dalam minyak goreng selama 2 jam (sumber: diahdidi.com). Hasil buatan saya, ternyata kalau ditimbang 75 gram akan berlebih jadi langsung saya bagi saja menjadi 4, lalu dibentuk bulatan, direndam dalam minyak dan didiamkan selama 2 jam (saya biasa membuat malam hari dan baru digoreng pagi hari).
  2. Setelah 2 jam, pasang sebuah plastik lebar di atas meja dan olesi dengan minyak goreng secukupnya. Ambil satu buah bulatan kulit, tiriskan lalu tarik dan tipiskan di atas plastik itu, buat bentuk persegi panjang lalu tuang adonan isinya, dan lipat seperti amplop.
  3. Kulit martabak yang bagus mudah ditarik dan ditipiskan sehingga bagian dalamnya bisa diberi adonan isi dan dilipat hingga berbentuk amplop.
  4. Setelah bentuknya bagus, taruh di wajan teflon yang telah diberi minyak goreng secukupnya. Hasilnya bisa lebih bagus bila menggunakan wajan khusus krep. Tapi wajan teflon biasa juga bisa. Yang perlu diingat, gunakan api kecil saja dan tutup rapat wajannya supaya bagian dalam martabak bisa matang.
  5. Jangan lupa dibalik setelah bagian bawahnya cukup kering. Angkat setelah matang, permukaan atas dan bawahnya kering dan berwarna kuning kecokelatan.

 

Martabak setelah digoreng

Martabak yang baru matang. Bisa dipotong menjadi 8. Tapi tunggu agak dingin memotongnya supaya tidak pecah.

 

Membuat isi martabak

Karena satu resep menghasilkan 4 buah kulit martabak, jadi resep isi ini disiapkan untuk 4 buah martabak.

Bahan:

200 g daging sapi yang sudah direbus hingga setengah matang, potong dadu kecil (bisa juga menggunakan 250 g daging cincang)

4 butir bawang merah, cincang halus

3 siung bawang putih, cincang halus

1/2 sdt merica bubuk atau secukupnya

1/2 sdt garam atau secukupnya

1 sdm kecap manis atau secukupnya

1 sdt bumbu kari kualitas bagus

kaldu bekas merebus daging sapi atau air matang secukupnya.

Kaldu bubuk secukupnya

4 butir telur

150 g bawang bombai, dicincang halus

6 batang daun bawang, iris tipis

Minyak goreng untuk menumis dan menggoreng

 

Cara membuat:

Mula-mula kita memasak daging bumbu kari lebih dahulu. Sesudah itu baru kita bisa membuat  campuran antara telur kocok, daging bumbu kari, irisan bawang bombai dan irisan daun bawang untuk mengisi setiap martabak.

 

Membuat daging bumbu kari untuk isi:

  1. Tumis cincangan bawang merah dan bawang putih hingga harum, lalu masukkan potongan daging sapi. Beri air kaldu atau air matang lalu masak hingga daging betul-betul empuk. Tambahkan air bila mengering.
  2. Setelah empuk, bumbui garam, merica bubuk, bumbu kari dan kecap manis, aduk hingga rata dan cicipi lalu koreksi rasanya. Angkat setelah rasanya pas dan airnya mengering. Biarkan dingin.

 

Menyiapkan isi untuk setiap martabak:

  1. Kocok lepas sebutir telur dalam mangkuk, beri garam dan merica bubuk secukupnya.
  2. Tambahkan 2 sdm bawang bombai
  3. Beri 1 1/2   s/d  2 1/2 sdm daging sapi bumbu kari
  4. Beri 2 sdm irisan daun bawang
  5. Aduk rata dan tuangkan ke dalam adonan kulit yang sudah dilebarkan

 

Jadi begitulah cara membuat dan resep marbak telur bumbu kari ini teman-teman, semoga bermanfaat.

Catatan: Dalam foto di atas, isi martabaknya berwarna agak orange karena selain resep yang tercantum di atas, diam-diam juga diberi campuran 2 sdm parutan wortel. Maksudnya hanya untuk menambahkan sayuran saja, dan meskipun menggunakan  tambahan parutan wortel ternyata adonan isi tetap terasa enak. Anak-anak pun tak sadar kalau isinya menggunakan tambahan wortel, hihihi. IN



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *